Jumat, 22 Juni 2012

pen-cerpenan :D haaa...


Love first sight

28 maret 2009....
“Nes, cepet bangun udah siang nih nanti kita terlambat”, suara tantri mengganngu tidur nyenyakku pagi itu. Dengan berat hati aku berusaha mengangkat kepalaku dari atas bantal dan perlahan membuka mataku menyambut pagi dan menyambut wajah sahabat terbawelku ini. “yaampun,jam berapa seh ini, kok udah heboh banget?”, tanyaku. Dengan sigap tantri memperlihatkan jam weker ke depan wajahku. “aduh hunny kamu liat deh ini udah jam berapa”, jawabnya. Aku terkekeh meanatap jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Hari ini aku memang ada janji untuk menemani tantri bertemu seseorang di sebuah cafe. Dengan sedikit malas aku beranjak menuju kamar mandi dan bersiap untuk pergi.sementara tantri menungguku dengan omelan-omelannya yang tak kunjung berakhir karena aku kesiangan hari ini.
Akhirnya setelah memakan waktu 1 jam kami pun siap berangkat menuju tempat tujuan. Sepanjang perjalanan tantri gak berhenti ngomong menceritakan suasana hatinya yang sebentar lagi bakalan ketemu seseorang yang belum pernah ditemuinya itu. and finally kita sampai juga di tempat yang dituju. Masih belum ada tanda-tanda seseorang yang tantri tunggu. Beberapa menit berlalu dan akhirnya si someone itu dateng. Mataku tertuju pada sesosok orang di belakang kenalan tantri. “hai,tan aku edo kenalin ini nicky temenku,” kata cowok itu memulai perkenalannya. “hai do, kenalin juga ini vanessa sahabat ku,”kata tantri memperkenalkanku. Setelah kami berbasa-basi dan berkenalan akhirnya tantri dan edo memutuskan untuk memisahkan diri dan mencari tempat lain untuk mengobrol. “what, kurang ajar si tantri aku ditinggal berdua sama orang asing ini?”,batinku. Well, di mulailah penderitaanku hari ini, harus duduk dengan seseorang yang baru aku kenal dengan tampang dinginya, sikap cueknya, dan senyumnya yang ,hmm yah bisa dibilang senyum termanis yang pernah ku lihat.cukup lama kami terdiam satu sama lain dan akhirnya aku pun memberanikan diri membuka pembicaraaan.”hai nick,satu sekolah sama edo?”, tanyaku memberanikan diri. “yups!”,jawabnya singkat. Oh god, garing banget seh neh cowok kataku dalam hati. Tapi entah mengapa,tatapan matanya yang sipit itu mampu meneduhkan setiap orang yang menatapnya.tanpa sadar ternyata aku memandanginya sampai akhirnya nikcy membuyarkan lamunanku padanya. Dia bertanya apakah aku baik-baik saja.spontan mukaku memerah,malu banget .tau gak seh gimana rasanya waktu kita sadar bahwa orang yang sedang kita perhatikan mengetahui jika kita sedang memperhatikannya,huft rasanya aku ingin sekali balik badan terus pulang tanpa sepatah kata pun atau bahkan mungkin berlari secepatnya menjauh dari orang itu. tapi aku tau itu sama konyolnya so, aku putuskan untuk memberi nicky senyuman. Akhirnya pertemuan kami pagi itu berakhir.selama perjalanan pulang aku terus memikirkan nicky,what happen with me?
Semenjak itu wajah nicky terus membayangi pikiranku, entah apa yang dia miliki sampai aku segitunya memikirkan orang yang baru aku kenal.”udah deh vanessa gak usah ngarep banyak dari seorang nicky yang sikapnya dingin ngalahin es itu”,gumamku dalam hati. Semalaman ini aku gak bisa tidur, bukan karena lembur ngerjain tugas atau insomnia melainkan aku susah tidur karena seorang nicky. Dia sms ke nomer handphoneku,dia mengajakku berkenalan , dia pengen kenal aku lebih dekat. Ohh my god,its true, its not just a dreams. Senengnya bukan main hatiku saat itu seperti baru dapat hadiah beruntun bahkan lebih seneng daripada dapet undian.kami pun mencoba dekat dan saling mengenal satu dengan yang lain sampai akhirnya aku bergantung padanya. Tiap hari jika tak ada kabar darinya rasanya perih pengen bunuh orang (lebay) haha tapi memang itu yang aku rasakan, aku mulai menyukainya.
28 maret 2010.....
        Sudah tidak ada lagi nama nicky terpampang di inbox ku, sudah 6 bulan lebih dia tak ada kabar, setiap sms yang aku kirim dan telepon yang masuk padanya dariku tak pernah dibalasnya. Sudah cukup lama aku murung setiap kali mengingat sosok nicky yang tiba-tiba pergi tanpa alasan,meninggalkanku sendiri tanpa suatu kepastian tentang hubungan ini dan perasaannya padaku. Tahun ini aku akan masuk SMA. Orang tuaku memilih SMA pelita jaya untukku.dan aku tahu bahwa SMA itu adalah SMA dimana nicky bersekolah.sekuat tenaga aku mengumpulkan keberanian agar saat aku bertemu dengan nicky disana aku tidak pingsan atau bahkan yang paling parah pipis di celana,arrgghh itu sangat memalukan.tapi Aku tahu itu gak akan mungkin terjadi ,yang sebenarnya aku takutkan adalah saat aku bertemu nicky dengan menggandeng ceweknya, bisa-bisa aku gak dapat menahan emosiku untuk menghajar cowok itu beserta ceweknya.
            Apa yang aku takutkan pun terjadi, aku bertemu nicky sama seperti saat kita pertama bertemu dia tampak dingin dan cuek dia melirik kepadaku, hanya sekejap dan berlalu memalingkan wajah menuju kelasnya. Hhh,masih untung lah aku melihatnya tanpa ada cewek disampingnya,haha mungkin nicky belum punya cewek saat ini, yah jelaslah sapa juga cewek yang mau sama orang yang dinginnya ngalahin kutub utara itu, pikirku.

BERSAMBUNG................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar